Posted in Just Share

Di Era Digital, Jangan Pernah Remehkan Wanita


Di Era Digital, Jangan Pernah Remehkan Wanita

Dulu, wanita adalah seseorang yang harus dilindungi, seseorang yang harus dijaga oleh seorang laki-laki. Mereka dianggap sebagai mahluk yang berada di bayang-bayang kaum adam. Gak ada yang sekolah, gak ada yang mencari uang dan pekerjaannya selalu menjaga rumah dan menuruti apa kata suami. Pernah mendengar lagu Sabda Alam dari Ismail Marzuki?

ditakdirkan bahwa pria berkuasa

adapun wanita lemah lembut manja

wanita dijajah pria sejak dulu

dijadikan perhiasan sangkar madu

Nah bisa dilihat bahwa sebenarnya wanita dijaman dahulu tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan ada beberapa stereotype yang berkembang di masyarakat bahwa

‘ngapain sekolah tinggi-tinggi toh nanti ujung-ujungnya juga balik ke dapur’.

Namun, hal besar terjadi, Perempuan bernama Raden Adjeng Kartini merubah segalanya. Memberikan sinar diantara kegelapan para wanita. Beliau memberikan nilai-nilai emansipasi yang sudah sangat dirindukan oleh wanita di jamannya.

Hingga pada suatu ketika, beliau mencetuskan bahwa sebenarnya wanita mempunyai kesamaan derajat dengan laki-laki dan juga perempuan berhak merasakan pendidikan. Beliau mempunyai keinginan yang sangat keras dan hingga saat ini, semangat emansipasi itu masih terasa.

Dan coba kita lihat, beberapa contoh wanita yang sempat sukses dan menjadi seseorang yang mapan di bidangnya. Bidang yang mungkin dulu hanya seorang laki-laki yang bisa melakukan. Coba kita lihat beberapa tokoh di bawah ini:

Paquita Widjaya, beliau adalah salah satu kartini yang sukses di era digital. Ia menjadi sutradara beberapa film. Beliau juga pernah bekerja sebagai sekretaris Hubungan Luar CILECT(Sebuah perusahaan film internasional).

Ariana Huffington, beliau adalah salah satu female internet entrepreneur dan sebuah founder top blog di dunia. Ada juga Natalie possenet yang merupakan perempuan yang sukses meraup keuntungan 37 juta pounds lewat Net-a-Porter. Salah satu Websute tentang Fashion.

Sarah sechan, juga salah satu perempuan yang sukses di era digital. Beliau sanggup berkarir menjadi presenter dan menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya.

Ada juga yang dahsyat, Catarine fake, beliau adalah co-founder perusahaan foto terkenal di dunia yaitu Flickr.

Yap beberapa contoh di atas bisa membuktikan bahwa mereka bisa berbicara banyak di era digital ini. Mereka menjadi seseorang yang bergerak di bidangnya, namun tetap berada dalam kodratnya sebagai mahluk ciptaan tuhan, menyayangi orang di sekitarnya, anak dan suaminya. Dan juga tetap menjaga kecantikan. Kecantikan alamiah yang ada dalam dirinya. Diri seorang wanita.

======================================================================================

Tulisan ini ditulis untuk mengikuti kontes Fastron Blogging Challenge yang bertemakan perempuan. Dukung ya, biar tulisan ini dapat bermanfaat terutama bagi kamu yang merasa perempuan. Cheers🙂.

======================================================================================

Photo by wikipedia and video courtesy by youtube.

One thought on “Di Era Digital, Jangan Pernah Remehkan Wanita

Selamat Berkomentar (Kosongi Email jika bermasalah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s