Posted in Renungan

Ini Kontribusi?


Kontribusi? saat ditanya kontribusi, sungguh bingung bagaimana cara menjawabnya. Terbesit sebuah pertanyaan dalam diri saya. Apakah yang saya lakukan adalah sesuatu yang layak untuk diberi nama kontribusi? atau hanya sesuatu yang sia-sia?

Dan saya masih bingung bagaimana menjawabnya.

Seorang kader muda. Mahasiswa tahun kedua pasti tahu rasanya. Benar-benar haus akan yang namanya menebar manfaat. Ikut sini ikut sana. Sampai kadang-kadang ada yang setiap hari rapat, berangkat pagi, pulang petang. Bahkan ada yang sepertinya hanya mengambil 20 sks dalam kuliahnya terlihat seperti melakukan 25 sks.

Dan saat kembali ditanya, apakah ini yang dinamakan kontribusi? mengikuti banyak hal. Namun seiring berjalannya waktu, mengikuti banyak hal seperti menjerumuskan kita sebagai seseorang yang tidak bertanggung jawab. Kita sering meninggalkan rapat kita untuk rapat yang lain. Belum lagi kalau ada asistensi dan tugas yang menggunung. Seakan-akan kita menomorduakan sesuatu. Padahal sebenarnya tujuan kita itu baik. Seperti sangat percuma ketika kita mengikuti banyak hal namun kita tidak memberikan konsentrasi di dalamnya. Seperti hanya dapat sertifikat saja. Kontribusi tidak, manfaat untuk mengembangkan diri juga tidak.

Namun, sebuah tips dari seorang yang sangat menginspirasi saya. Dan sampai saat ini saya masih mencarinya.

Carilah tempat berkontribusi maksimal dengan tenaga minimal.

Semoga apa yang kita lakukan sekarang bermanfaat.

 

Selamat Berkomentar (Kosongi Email jika bermasalah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s