Posted in Lomba Blog

Guru, Sebuah Kesegaran di Tengah Hausnya Ilmu Pengetahuan


Ada yang berbeda ketika saya duduk di dalam kelas, seperti ada yang aneh terjadi di hari itu. Bagaimana tidak? Seseorang yang masuk dan mengajar di kelas bukan lagi seseorang yang dulu ada dalam kehidupan saya. Hari itu adalah hari pertama kali kuliah. Hari pertama menjadi seorang mahasiswa di sebuah kampus.

Saya masih ingat suasana sekolah itu dimana saya diajar oleh seorang guru. Guru tersebut memberikan saya sebuah pengertian tentang sebuah pelajaran. Pada saat itu saya belum paham sama sekali materinya. Sang guru mencoba memberikan pengertian yang lebih mudah dengan beberapa analogi. Dan akhirnya, saya menjadi lebih paham dari sebelumnya. Mungkin itu yang menjadi sangat beda dengan apa yang saya rasakan saat ini.

Berada di kampus memang sangat berbeda dengan menjadi seorang pelajar. Bahkan pengajarnya juga. Saya sendiri sangat mengakui bahwa memang ada perbedaan di anatara dua hal itu. Namun, saya sendiri masih tidak lepas dari memori seorang guru. Guru yang memang memberikan kepada saya sebuah nilai tentang kehidupan dan sebuah pengorbanan walau hanya dengan gaji yang sebenarnya tidak berbanding lurus dengan apa yang ia korbankan.

Ada rasa yang janggal sebenarnya di hati ini. Mungkin memang benar jaman kuliah memang harus belajar dengan cepat tapi saya sangat sulit melakukan perubahan secepat itu. Saya masih merindukan guru  saya.

Coba deh merenung, apa yang kita dapet selama ini sebenernya adalah sebuah hasil dari jerih payah seorang guru. Dari kita yang mungkin masih nol, menjadi sesuatu yang ada isinya. Dulu, kita tidak bisa membaca, dan sekarang kita bisa membaca, itu semua karena guru. Dulu kita tidak bisa menulis, dan sekarang kita bisa menulis, juga karena guru.

Bahkan memang sebenernya gurulah yang menjadikan orang-orang yang besar ada. Seorang gurulah yang menciptakan pilot, insinyur, dokter, perwata dan guru itu sendiri. Bahkan seorang presiden sendiri adalah salah satu hasil dari jerih payah seorang guru. Dan yang paling penting, guru sendiri adalah jerih payah seorang guru. Bisa dibilang bahwa guru adalah sebuah pekerjaan yang MLM. Menyebar kebaikan dan berakumulatif pada akhirnya.

Namun, sayangnya nasib seorang guru saat ini cukup mengkhawatirkan. Gaji guru mungkin tidak lebih banyak dari anak didiknya. Begitukah nasib seorang guru yang notabene menjadi seorang yang memberikan manfaat sangat besar. Semoga nasib guru bisa lebih diperhatikan kedepannya.

Pernahkah kamu mendengar lagu oemar bakrie? Disitu bercerita tentang seberapa besarnya perjuangan seorang guru. Bagaimana seseorang bisa mengabdi dengan cukup total dan akhirnya bisa memberikan sebuah pencerahan kepada anak didiknya. Bahkan ada di sebuah potongan liriknya

Oemar Bakri… Oemar Bakri banyak ciptakan menteri

Oemar Bakri… Profesor dokter insinyur pun jadi

Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri

Jadi begitulah kira-kira apa yang didapat oleh guru saat ini.

Jika memang apa yang menjadi gelarnya, guru adalah seorang pahlawan tanda jasa. Ia mengabdi tanpa pamrih. Bahkan jika ingin mendapatkan gaji yang lebih baik, maka ia tidak perlu menjadi seorang guru. Mungkin ia bisa mencari pekerjaan lain yang mungkin mempunyai gaji yang lebih tinggi.

Itulah seorang guru. Memberi sebuah pencerahan ditengah arus kebodohan negeri ini. Memberikan sebuah sebuah kesegaran diantara hausnya akan ilmu pengetahuan. Memberikan sebuah keterangan di tengah kegelapan negeri.

Selamat Berkomentar (Kosongi Email jika bermasalah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s