Posted in Just Share

Pentingnya Pertimbangan Sebelum Menerima Amanah


Yap, yang satu ini resmi tulisan galau. Tulisan galau bagi kalian yang akan menerima sebuah amanah. Apalagi itu adalah sebuah amanah penting yang akan menempati sebuah titik strategis di suatu organisasi. Saya sudah beberapa kali mengalami hal ini. Tapi masih gak bisa nemuin sebuah metode yang tepat kalo emang ada di posisi demikian.

Posisi yang saya maksud disini adalah bagaimana kamu akan menempati sebuah jabatan. Baik itu adalah amanah yang benar-benar kamu perjuangkan atau karena kamu diminta oleh seseorang. Dan seketika itu pula, mungkin ada sebuah case kalo kamu saat itu sudah memiliki sebuah amanah di tempat tertentu. Namun, akhirnya apakah kamu akan menerima amanah itu? Yap, memang sulit.

Ada yang langsung menerima, lalu ada juga yang memikirkan dengan berjuta kali untuk mempertimbangkan, ada pula yang langsung menolak. Nah kamu termasuk yang mana?

Sebenernya hal ini tidak menjadi suatu masalah, namun, yang harus kamu perhatikan dalam menerima amanah adalah

Apakah kamu akan menjalankan amanah itu dengan baik

Hal ini sangat penting, karena amanah itu pasti menyangkut banyak orang. Kalo kamu gak yakin atas kemampuanmu, ya mending kamu nolak aja daripada menyusahkan orang lain.

Apakah kamu bisa mengatur waktumu

Menjalankan amanah tentu membutuhkan banyak waktu yang akan tersita. Apakah waktumu masih tersisa untuk mengerjakan semua amanah itu dengan baik. Jangan lupa juga bahwa kita juga punya tanggung jawab akademik dan ibadah kepada tuhan tentunya.

Apakah kamu bisa membagi fokusmu dengan baik

Nah ini juga gak kalah penting. Membagi focus adalah salah satu hal yang sangat sulit menurut saya. Apalagi bagi kamu yang tidak bisa melakukan multitasking. Ketika kamu mulai mengerjakan suatu parallel, sudah sangat pasti bahwa apa yang kamu lakukan tidak akan sesuai dengan harapan bahkan dipastikan akan mendapatkan hasil yang buruk.

Yap mungkin itu yang bisa saya tulis. Tapi yang jelas, ketika amanah itu datang, pastikan bahwa kamu tidak akan merugikan banyak orang ketika kamu mengambilnya. Mengambil amanah itu seperti mengambil makanan yang akan dimakan. Pastikan perutmu cukup untuk menampung makanan itu. Lebih baik makanan itu diberikan kepada orang lain yang masih cukup perutnya.

Selamat Berkomentar (Kosongi Email jika bermasalah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s