Posted in Melukis Harapan

Yuk Melukis Harapan :)


Halo readers, ijinkan saya menyapa kalian di Jumat yang cerah ini 🙂

Masih ingat dengan dolly? Sebuah lokalisasi yang resmi ditutup oleh pemerintah pada 18 Juli lalu kini telah kehilangan tenaganya. Lebih dari 5 RT telah kehilangan mata pencaharian. Entah itu PSK, tukang parkirnya, panti pijat, penjual makanannya kini lesu. Belum lagi apa yang akan mereka tanggung setelahnya. Mereka adalah tumpuan dari keluarga mereka.

Bayangkan jika kita menjadi mereka? Apa yang kita rasakan? Setelah beberapa tahun lamanya memiliki penghasilan yang luar biasa. Tiba-tiba sepi. Belum lagi harus menanggung beban hidup keluarga mereka.

Mereka akhirnya dipaksa untuk berubah. Apakah akan menjadi hal baru yang lebih baik atau malah menjadi lebih buruk. Dari sinilah kita bisa bergerak. Akankah kita mau membantu mereka?

Sampai akhirnya, berdirilah Gerakan Melukis Harapan. Sebuah gerakan yang nantinya diharapkan akan membawa harapan baru bagi masyarakat Dolly. Sampai pada saat ini, gerakan ini masih membuka Open Recruitment sampai 2 Nov 2014. Sudah siap menjadi bagian dari gerakan ini? Yuk langsung buka http://melukisharapan.org

Advertisements
Posted in Just Share

Perjuangan Mata Kuliah 5 SKS


Perjuangan di kampus bisa dibilang sudah tak panjang lagi. Amanah untuk menjalankan step selanjutnya sudah di depan mata. Apalagi kalau bukan Tugas Akhir (TA).

Bisa dibilang TA ini salah satu hal yang krusial. Bagaimana tidak, masa kuliah kita akan berakhir jika menyelesaikan hal ini. Jadi ceritanya setiap mahasiswa yang mau lulus harus membuat sebuah TA yang merupakan implementasi dari apa yang sudah kita dapatkan di bangku kuliah.

Jujur saja, TA ini bikin galau. Apalagi kalau bukan karena untuk menentukan judul dan topiknya. Otak selalu berpikiran. “Mau bikin apa?”. Alhamdulillah setelah beberapa waktu berlalu akhirnya saya dapat ilham. Berawal dari sebuah pembicaraan dengan dosen. Saya akhirnya membuat TA yang cukup rumit. Membuat aplikasi android untuk mengukur kualitas angkutan umum.

Hal ini didasari terhadap bagaimana kualitas angkutan umum di Surabaya. Sepertinya perlu diaudit dan diperiksa. Padahal kalo dioptimalkan, angkutan umum ini bakal jadi solusi kemacetan lo.

Sebenernya cukup gambling juga ngambil topik ini. Saya belum pernah pegang android sebelumnya. Apalagi pake sensor-sensoran. Tapi ya mau gimana lagi. Kita harus segera berdamai dengan diri sendiri. Jujur saja sebelum mendapat topik ini, saya seperti serakah. Apa saja ingin saya pelajari. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk focus dan menyenangi topik ini.

Semoga bermanfaat dan lancar jaya.

Btw, saya belum ambil makul TA lo. Tapi udah sidang proposal 🙂

Posted in Medfo

Divisi Media untuk Organisasi Mahasiswa, Perlukah?


https://i1.wp.com/www.socialmediasmarketing.com/wp-content/uploads/2013/07/social_media.jpg

Halo readers, kali ini saya akan sedikit membahas tentang perlu tidaknya sebuah divisi media di sebuah organisasi mahasiswa. Yang akan saya tulis saat ini merupakan pendapat pribadi yang saya alami sendiri sebagai Kepala Departemen Media Informasi Himpunan Mahasiswa Teknik Computer- Informatika ITS (Kadep Medfo HMTC).

Jadi jika ditanya apakah perlu sebuah media di organisasi mahasiswa(ormawa)? Jawabannya tentu saja perlu. Tapi dari menilik kebutuhan sebuah ormawa, memang sebauh divisi media sukup perlu.

Mengapa?

Continue reading “Divisi Media untuk Organisasi Mahasiswa, Perlukah?”

Posted in Just Share

Mengejarmu


Selamat malam readers, selamat malam minggu dan sabtu malam.

Oke, judul postnya ngeri abis ya. Iya, emang ngeri. Apa yang udah kalian pikirkan setelah membaca post di atas? oke. Time to clarify it. Jadi saya itu sebenernya mengejar …….. TEFL

Beberapa bulan lalu saya sempat dipusingkan dengan yang namanya TEFL. Sebenernya sama aja kok sama TOEFL yang paper based. Kalo kalian anak ITS pasti tahu kalo misalnya kita mau lulus dari kampus harus punya TEFL yang lumayan tinggi yaitu 477. Dan itu adalah masalah bagi saya.

Why? meskipun literatur dari anak-anak TC (jurusan saya) kebanyakan adalah bahasa inggris. Tapi jujur aja saya sendiri sempat bingun dengan yang namanya bahasa inggris. Nilai bahasa inggris saya pas kuliah juga B. Sadar akan keterbatasan diri. Akhirnya saya melakukan usaha. *ngiket ikat kepala*.

Pertama, saya sempet dapet info kalo misalnya mau pinter pas tes TEFL, kita harus sering-sering denger lagu inggris dan film yang berbahasa inggris. Emang ini ada benernya. Jadi kebiasaan denger yang bener. Selanjutnya, akhirnya saya les di suatu bimbingan sebut saja bimbingan A.

Akhirnya, setelah saya les di sana. Nilai saya juga tak kunjung membaik. Berkali-kali saya tes juga tetep aja kaya gitu. Bahkan sempet akhirnya tes yang ke sekian kalinya malah dapet 473. Kurang dikit banget kan? emang. It hurts a little.

Sampe akhirnya saya pede buat tes lagi. Nilainya malah turun jadi 433.

Sempet kepikiran. Di jalan inget TEFL, pas makan inget TEFL, pas sholat inget Allah.

Oke, selanjutnya ada pencerahan nih. Ada intensif di suatu tempat. Namanya Bu Dana. Orangnya emang katanya spesialis di sana. Bahkan sampe ada yang nilai toeflnya 640. Bayangin bro!! Akhirnya sambil nyari temen buat ikutan, akhirnya saya les di sana juga.

Emang cukup berhasil sih. Beberapa kali tes di les-lesan. Pernah sampe TOEFL saya naik sampe 550. Akhirnya pas tes beneran dapet 500. Alhamdulillah.

 

tefl

 

Terus ini beberapa oleh-oleh dari tempat les.

 

toefl