Posted in Just Share

Pengalaman Mengikuti Pra Inkubasi di IndigoIncubator 2015


Hai blogger, kali ini saya akan sedikit sharing tentang pengalaman saya mengikuti Pra Inkubasi di Indigo Incubator 2015. yang belum tahu, Indigo Incubator adalah sebuah incubator yang bertujuan untuk menginkubasi startup-startup di Indonesia serta memberi virus-virus digitalpreneur di Indonesia.

Sebenarnya ada beberapa rangkaian acaranya. Sebelumnya kita harus mengumpulkan formulir pendaftaran. Selanjutnya, merupakan tahap Pra Inkubasi. Tahap pra inkubasi ini semacam seleksi bagaimana niat dari peserta. Jarak waktunya sekitar satu bulan dan tiap minggunya diadakan namanya Challenge.

Di tahapan ini, sebelum kita mendapatkan penugasan akan diberi pelatihan terlebih dahulu. Pemberi materinya adalah Pak Indra Purnama dari Bandung Digital Valley (BDV). Sebenarnya sesi mentoring adalah di BDV dan JDV. Yang di Surabaya harus mendengarkan materi dari jarak jauh melalui webinar.

Sesuai kata saya tadi, tiap hari pasti ada materinya. Materinya tentu saja gak jauh jauh dari startup dan bagaimana membuat produk digital yang baik dan dibutuhkan sama pasar.

Minggu pertama kita diajari bagaimana caranya memvalidasi problem dari kustomer. Soalnya bukan hal yang rahasia lagi bahwa kebanyakan anak IT kalo bikin produk sukanya canggih tapi sayangnya gak dibutuhkan sama masyarakat. Di Minggu pertama ini kita kebanyakan akan mencari problem yang bener-bener painful bagi masyarakat. Outputnya adalah sebuah validasi. Kita diharuskan untuk langsung terjun ke publik dan wawancara ke orang yang belum kenal. Oiya, kita juga dapet tugas untuk bikin video tentang product pitch dan co-founder profile.

Selanjutnya, di minggu kedua, kita belajar bagaimana memberikan solusi dari problem yang udah kami validasi di minggu sebelumnya. Kita coba ngasih solusi. Gimana caranya? yaitu dengan namanya pitch. Pitch juga bisa macem-macem caranya. Intinya kita coba deliver solusi kita tapi belum jadi programnya. Kalo yang disarankan yaitu pake yang namanya Landing Page yang berisi penjelasan produk dan adanya sebuah call to action bisa dengan sign up atau subscribe. Kita nyoba ngasih itu ke customer kita. Jika mereka mau, maka mereka akan menjadi early adopters.

Di minggu ke tiga, kami diajari tentang Concierge dan Wizard of Oz. Yaitu bagaimana caranya mendeliver value dari product kita. Kita coba dengan cara-cara manual atau dengan cara yang menggunakan framework untuk dapat memberikan product kita ke pada pelanggan.

Selanjutnya, di minggu ke empat kita lebih banyak diberikan materi tentang menganalisa pasar dengan cara menghitung market size dan mulai mencari revenue model yang relevan dengan bisnis kita.

Jadi itu pengalaman saya menjalani Indigo Incubator. Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kita semua.

 

Selamat Berkomentar (Kosongi Email jika bermasalah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s