Posted in Just Share

Jangan Lupa Bahagia :)


happy

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.. mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal… “Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu, dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.”

“Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .”

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

Yang kita butuhkan adalah Hati yang Bersih dan Ikhlas serta Pikiran yang Jernih, maka kita bisa menciptakan rasa “Bahagia” itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun.”

Advertisements
Posted in Indonesia, Sepakbola

Menghapus Harapan Emas di Sea Games 2015


thailand

Akhirnya perjuangan untuk mendapatkan emas di Sea Games 2015 cabang sepakbola berakhir. Indonesia dikalahkan dengan skor yang cukup telak. 5-0. Sempat mengimbangi pertandingan di awal pertandingan, garuda muda kehilangan konsentrasi dan harus mengakui keunggulan Thailand U-23.

Jujur sempat sedih lihatnya. Bagaimana pemain Thailand seperti sangat matang dalam memainkan bola. Merebut bola dengan cepat, membuka ruang, mengorganisasi permainan. Berbeda dengan Indonesia yang cepat sekali kehilangan bola dan sering salah passing.

Jujur saja itu memang beberapa kesalahan di beberapa pertandingan sebelumnya. Namun, kali ini, kesalahan seperti itu tak layak untuk dilakukan. Gol lah hukumannya.

Terlepas dengan semuanya, semangat pemain Indonesia cukup luar biasa. Tak pantas untuk menangis mengingat bagimana perjuangan mereka yang sudah cukup bagus dan luar biasa hingga di pertandingan sebelumnya bisa mengalahkan tuan rumah Singapura.

Hasil positifnya, kita bisa cukup berbangga mempunyai pemain-pemain yang secara skil cukup baik. Namun visi bermain perlu dilatih lagi. Jam terbang dan pengalaman perlu ditingkatkan untuk Tim Nasional senior yang lebih baik nantinya.

Menatap perunggu, Indonesia harus bermain lawan Vietnam, tim dengan skil yang sangat baik namun sangat mungkin untuk dikalahkan. Perlu usaha yang ganteng maksimal untuk mengamankan posisi ketiga terbaik se asia tenggara.

Tak perlu menangis dan meratapi terlalu jauh. Selamat berjuang kembali untuk perunggunya.

Teruntuk pak Menpora dan PSSI. Segera benahi sepakbola Indonesia. Jika memang ingin memperbaiki, silakan lakukan secepatnya. Semoga diberi jalan yang terang.

Altough you not win today, but you always win our hearts.

Posted in BEM ITS

Menyentuh Kampus Teknologi dan Kedekatan Kampus dengan Warga Sekitarnya


menyentuk kampus teknologi

Tepat hari ini, BEM ITS menyelenggarakan sebuah acara yaitu Menyentuh Kampus Teknologi. Acara ini dilaksanakan di Kejawan Gebang. Sebuah perkampungan yang berbatasan langsung dengan ITS.

Di acara tersebut terdapat pagelaran teknologi yang menampilkan karya mahasiswa ITS di depan warga sekitar. Jika biasanya karya anak ITS berada di sebuah pameran internasional, beralaskan karpet yang mewah, dan beratapkan atap gedung yang bagus. Kali ini pertujukan teknologi dari mahasiswa ITS hanya beratapkan terop dan beralaskan jalan aspal.

menyentuh kampus teknologi, sapu angin its

Tidak biasa memang, namun inilah memang tujuan dan esensi dari acara yang diselenggarakan dari BEM ITS ini. Mencoba menjalin kedekatan dengan warga sekitar kampus. Oke mereka sangat dekat dengan ITS. Namun, sayangnya apa yang dilakukan di ITS tidak sampai manfaatnya ke masyarakat sekitar. Itulah kenapa acara ini ada.

Harapannya, acara ini dapat membangkitkan motivasi adek-adek di sekitar ITS untuk semakin bersemangat dalam belajar dan mencoba untuk menggapai mimpinya setinggi langit. Insha Allah jadi amal jariyah kalo mereka menjadi semangat dalam belajar dan memimpikan masuk ITS dan bermanfaat untuk sekitarnya. Sempat ada keluhan memang. Kebanyakan anak-anak Kejawan gebang hanya main bola di ITS. Jarang ada yang ingin menjadi mahasiswa.

menyentuh kampus teknologi

Selain itu, tujuan acara ini juga untuk mendekatkan dengan warga sekitar ITS. Sadar ataupun tidak, merekalah yang membayar pajak negara yang dibuat untuk subsidi dari uang SPP kita. Kitalah yang mereka harapkan.

Sempat ada ucapan, dari penjual nasi di daerah ITS. “Insha Allah meskipun harga beras naik, kami memilih untuk mengurangi pendapatan. Kasihan anak kos”. Cukup sedih memang. Tapi tak ada yang bisa dibalas dengan segenap usaha kita untuk berbuat yang terbaik. Tidak menyia-nyiakan kesempatan dan bersyukur. Ingatlah bahwa di setiap kerja keras kita kadang ada usaha dan doa dari orang lain yang ingin agar kita menjadi sesuatu yang bermanfaat nantinya.