Posted in Just Share

#2015BiggestLesson


2015 biggest lesson

Akhirnya 2015 resmi berakhir. Banyak pelajaran yang bisa diambil. Mulai dari seneng, sedih, haru, dan lain sebagainya. Tahun luar biasa, penuh tawa canda dan kenangan yang langka dan mungkin tak akan terjadi di usia senja.

Segalanya dimulai pada bulan Januari. Keputusan untuk menjadi bagian di BEM ITS akhirnya benar-benar membenamkan semuanya. Jujur awalnya merasa sangat ragu. “Beneran nih hel?”. Dan akhirnya semuanya menjadi bulat. Tapi akhirnya sampai sekarang aku gak pernah menyesal telah melakukan keputusan ini.

Staf yang lucu, ketemu orang-orang yang luar biasa, hingga nemu yang namanya rumah bagi anak tahun ke empat yang terkenal menjadi sangat ansos dan tidak menghiraukan keadaan sekitar. Sangat bersyukur masih punya kehidupan sosial yang tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Waktu yang ada akhirnya aku manfaatkan untuk membuat sebuah startup bernama Tukarcincin yang sampai sekarang masih tetap mengudara.

Sampai akhirnya bulan maret saya merasa benar-benar mantab. Melihat teman seangkatan wisuda terasa memang aneh rasanya. Apalagi ikut mengaraknya. Namun cukup bersyukur bahwa kehidupan di kampus terlalu cepat untuk dilewatkan begitu saja.

Gak terlalu muluk-muluk, aku benar-benar pengen ngasih aura IT di BEM ITS. Dimulai dari Open Recruitment yang pake sistem, aplikasi portal KM ITS dan aplikasi Android seputar ITS di akhir kepengurusan. Konsep koran paperless dengan teknologi QR code. Website ormawa yang semakin baik tiap harinya. Alhamdulillah dengan bantuan staf yang luar biasa semuanya bisa dilaksanakan dan dipakai sampai akhir kepengurusan.

Hari berganti hari, akhirnya bulan Juni aku menyelesaikan yang namanya Tugas Akhir. Akhirnya setelah penantian kurang lebih setahun. Akhirnya aku mempertanggung jawabkan apa yang udah dimulai. Tepat tanggal 25 Juni 2015 pukul 9.30, siding Tugas Akhir akhirnya benar-benar terlaksana dan sampai akhirnya menyandang gelar Sarjana pada bulan September.

Hari-hari terus berlalu, akhirnya hari wisuda itu datang juga. Hiruk pikuk keceriaan sangat terasa dari Graha Sepuluh Nopember. Sayangnya segalanya tak berlangsung cukup lama. Karena mulai muncul pertanyaan dalam hati. Pertanyaan yang sangat menghantui bagi para sarjana. Selanjutnya mau ke mana?

Sebenarnya hari-hari dilalui dengan cukup mantab. Aku saat itu juga sedang mengembangkan bisnis ternak kurban dan bareng bareng ngembangin cukupsewa.com. Namun, tetap, tekanan datang dari mana-mana. Hasil perjuangan belum terasa. Pertanyaan selalu datang melanda bahwa kamu kerja di mana. Graha sepuluh nopember yang sebelumnya penuh dengan suka. Seminggu setelahnya menjadi lautan manusia.

Sempet aneh rasanya. Teman seperjuangan perlahan mulai menemukan langkah selanjutnya. Ada yang kerja, ada pula yang meneruskan studi baik ke luar negeri dan dalam negeri. Sampai pada akhirnya bulan agustus ikutan tes PLN.

Tes demi tes dilalui. Namun sesungguhnya aku sempat mencoba di beberapa perusahaan. Namun nihil hasil. Entah memang jodoh dengan PLN atau gimana. Percaya atu nggak, PLN adalah perusahaan yang pertama kali dilamar dan akhirnya diterima di sini. Aneh memang, karena aku juga sebelumnya pernah kerja praktik di sini. Semesta benar-benar mendukung.

Yap, di ujung tahun, mengikuti proses pelatihan dan sampai sekarang masih istiqomah di Udiklat PLN di Bogor untuk menjalani pembidangan.

Satu hal yang pasti. Kesuksesan pasti diraih gak instan. Mungkin ada yang sekali nyoba akan berhasil. Tapi sayangnya setiap orang tak seberuntung itu. Perlu perjuangan dan konsistensi untuk mencapainya.

Selamat Berkomentar (Kosongi Email jika bermasalah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s