Posted in PLN

Cerita Samapta di Pusdikajen


Hiruk pikuk penerimaan akhirnya berganti. Sudah menjadi sebuah tradisi bahwa selanjutnya calon pegawai PLN akan mengalami fase menjadi siswa. Yang namanya siswa, pasti tugasnya adalah belajar. Dan dari sinilah pelajaran menjadi siswa dimulai.

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, antara lain: Samapta, Pengenalan Perusahaan, Pembidangan dan OJT. Semuanya ada nilainya dan yang akan menentukan kita menjadi pegawai PLN atau tidak.

Dan Samapta pun dimulai

Samapta gue adalah di Pusdikajen. Kepanjangannya adalah Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal. Tempatnya di Lembang, Bandung. Bagi yang belum tahu, semuanya kegiatan di sini menggunakan adat militer TNI AD.

Tujuan dari ini semua sebenarnya adalah pembentukan karakter dari seseorang yang berasal dari berbagai latar belakang akhirnya menyatu dan menjadi sama dan diproses menjadi orang yang menurut gue sih baik.

Seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai dengan waktu dan aturan yang sudah ditetapkan. Mulai bangun harus pagi banget. Solatnya harus berjamaah. Pergerakan gak ada yang namanya santai-santai. Bahkan mandi sekalipun juga demikian.

Dingin

Suhu udara di lembang sangat dingin. Dingin banget. Bahkan lebih dingin dari cewek #ea. Harus mikir beberapa kali kalo mau mandi bahkan sekedar cuci muka. Kalo lo pada lihat film di udara dingin yang kalo ngomong keluar asap dari mulutnya. Kita semua kaya gitu. Sumpah keren banget.

Belajar apa aja?

Pembelajaran di Pusdikajen sangat seru! Kita belajar banyak banget tentang kedisiplinan dan yang paling kerasa tuh jiwa korsa. Jiwa kebersamaan antara satu sama yang lain.

Selain itu, ada juga pelajaran khas militer seperti bela diri militer, simulasi tempur, outbond, survival, dsb.

Hampir semua kegiatan kalo ada yang salah mesti ada yang namanya konsekuensi. Jangankan push up, guling-guling dan merayap juga ada.

Dalam beberapa hari kita akan berlatih yel-yel. Nantinya yel-yel ini akan berguna untuk samapta dan kegiatan setelahnya. Jangan khawatir, semuanya sangat menyenangkan dan akhirnya bakalan menempel terus di telinga. Bahkan sampe lupa sama lagu-lagu yang sudah kita hapal selama ini. Haha.

Yang paling keren adalah kita diajak jalan jauh sekitar 10 km ke Cikole. Pemandangannya luar biasa dan capeknya juga kerasa. Namun akhirnya terbiasa. Bahkan kebawa sampe proses-proses selanjutnya.

Jujur aja kangen sama masa-masa kaya gitu. Tapi kalo suruh ngulangin ogah haha.

Selamat Berkomentar (Kosongi Email jika bermasalah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s