Posted in Just Share, PLN

Cerita Pembidangan di Bogor


Tatap mata yang tajam

Sikap penuh wibawa

Semangat berkobar di dada

 

Berat sama dipikul

Ringan sama dijinjing

Patah tumbuh hilang berganti

 

Walau petir menggelegar diiringi angin topan

Kesetiaan kami pantang munduuuuuuuuur

 

Kami berani

Kami perkasa

Kami siap segalanyaa

 

Lagu itu yang kami nyanyikan tiap hari. Sampai-sampai kami harus melupakan lagu lagu mainstream kekinian yang lagi ngetrend jaman sekarang. Gimana nggak, kita dikasih lagu berjibun dan selalu menyanyikannya di setiap perpindahan tempat di Udiklat.

Cerita rekrutmen PLN berlanjut di pembidangan. Pembidangan adalah sebuah tahapan di mana setiap calon pegawai harus belajar mengenai PLN sesuai dengan bidang masing-masing. Karena gw dari bidang Sistem Informasi, maka banyak banget belajar tentang bagaimana aplikasi-aplikasi di PLN dan yang paling penting adalah masterplan IT di PLN.

Kehidupan berkualitas di Udiklat

Kalo bisa dibilang kehidupan di udiklat ini sangat berkualitas. Pagi harus bangun jam 3 buat mandi. Kalo gak bangun, bakalan rebutan kamar mandi sama siswa lain yang memilih mandi setelah subuh. Jam 4 harus naik ke masjid. Naiknya sangat gak nanggung. Sekitar 1 km sendiri dan seperti bener-bener bukit. Jadi asrama letaknya sangat bawah dan masjidnya berada di atas. Dan kegiatan ini dilakukan setiap hari. Iya setiap hari.

Tatap mata yang tajam #udiklatbogor #pln49

A photo posted by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Setelah itu, semuanya harus senam di lapangan. Letaknya gak seberapa jauh dari masjid. Jalannya pasti berbaris dan di setap perjalanan kita harus nyanyi. Yang belum tahu lagu-lagunya bisa dilihat di posting berikut ini. Senam pemanasan bonus sama push up sit up. Habis itu makan ke bawah yang letaknya dekat dengan asrama.

Setelah makan, semuanya melakukan pembersihan aka mandi. Mahluk-mahluk yang udah mandi macam gw sangat teruntungkan dengan hal demikian. Soalnya udah mandi sebelum subuh. Hehe.

Lalu kita baris dan naik ke atas. Ke lapangan apel. Seperti biasa, baris sambil nyanyi. Tak jarang kehabisan nafas karena jalan naik, harus menyamakan langkah dan nyanyi dengan suara keras plus pake sepatu pantofel. Jalan aspal pun mengikis sepatu kita.

Selanjutnya sampe atas kita apel. Petugasnya bergilir per perwakilan kelas. Ada yang jadi dirijen (bener gak sih tulisannya?) ada yang jadi pembaca visi misi, ada juga yang jadi pengambil apel. Yang baca visi misi harus hapal coy. Tanpa baca sedikitpun.

Setelah itu kita ke kelas. Belajar. Coffe break jam 10.00 & 15.00 serta istirahat jam 12.00. Setelah itu balik ke asrama. Tiap malam kita makan malam dan apel malam. Sholat isya harus berjamaah.

Kehidupan ini dilakukan setiap hari selama 2 bulan. Iya. 2 bulan.

Kelas SI

Selama di udiklat gw tergabung sama kelas SI (Sistem Informasi). Kelas paling ansos (katanya). Soalnya kita paling sering ngerjain tugas kelompok di saat yang lain apel.

Gw kira anak-anak IT pendiem, ternyata asik-asik. Ada yang berisik. Yang cowok hiperaktif dan “dewasa”. Yang cewek juga asik. Yang unik tiap orang punya panggilan. Ada kang lobby, kang bo**p, kang uhuy, kang pak pok, kang kentut, dsb.

Kelas SI ini sering ngubah-ngubah sebutan pas apel. Kadang Sistem I, Sistem informasi, SI dsb. Kadang suka niruin kata-kata Jummmmlah Siswa. (Yang gak tahu pasti gak ngerti :v).

#si #pln49

A photo posted by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Wahidin

Salah satu yang paling berkesan dari Udiklat Bogor ini adalah tinggal di Wahidin. Mes paling spesial di antara yang lain. Hidup tanpa AC, Pintu WC Portable, Sekamar ada 36 orang diantara mess lain yang cuma 5 orang. Satu TV untuk satu gedung di saat yang lain satu tv untuk satu kamar.

Karena sama-sama susah, mess wahidin memang sangat kompak. Pas adzan maghrib langsung sholat berjamaah. Kami biasa menamai #wahidinberiman.

Throwback. Foto terakhir wahidin 3c sebelum ke tempat ojt masing-masing. #savethemoment

A photo posted by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Yang paling bikin kangen

Mobil senyum. Mobil yang cukup khas pembawa makanan. Kalo ada mobil ini artinya makan telah siap dan saatnya makan.

Berendam di kolam. Tiga minggu setelah di udiklat, kami harus berendam di kolam ikan di malam hari karena melakukan kesalahan.

Wahidin. Mes luar biasa dengan orang luar biasa. Gw yakin bakalan ada pemimpin besar PLN nantinya.

Dan saatnya untuk berpisah

#pln49 #udiklatbogor #farewell #makrab

A photo posted by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Dan akhirnya saat-saat berpisah telah tiba. Setelah 2 bulan, kita harus pergi ninggalin udiklat bogor. Banyak pelajaran berharga. Bagaimana arti displin, pengetahuan tentang PLN dan bidang saya, menghargai waktu, menghargai kebersamaan dalam satu ikatan persaudaraan.

People come and go. But memories stand still. Semoga bertemu lagi di kesempatan selanjutnya. Mungkin ada yang udah jadi manajer, udah ada yang jadi DM, atau mungkin udah ada yang jadi Direksi. Who knows? Waktu yang bakalan menjawab.

Semua ini bukan untuk apa-apa. Untuk kejayaan PLN. Melistriki nusantara.

1 Maret 2016
Di sela-sela pengerjaan PA

Selamat Berkomentar (Kosongi Email jika bermasalah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s