Posted in Just Share, PLN

Balikpapan : Jawaban Atas Semua Doa


Udiklat bogor, 14 April 2016

Malam itu seperti biasa. Saya menelepon ibu saya, sekadar menanya kabar dan mohon doa restu. Tak lupa ibu selalu mengingatkan untuk selalu berdoa dan sholat malam. Sebuah moodbooster ketika anaknya sedang menunggu pengumuman yang akan menentukan kehidupan selanjutnya. Yaitu pengumuman penempatan.

Esok haripun tiba. Sebelum pengumuman, Pak Manajer berpesan untuk selalu semangat di manapun penempatannya. Yakin bahwa penempatan di luar jawa bukanlah sesuatu yang buruk.

Akhirnya saatnya pengumuman. Datanglah saat itu. Teman-teman satu per satu diumumkan penempatannya. Kebanyakan di Pusat. Tinggal saya sendiri yang terakhir. Muncullah nama saya. Dan akhirnya. Muncul penempatan :

“UIP X Balikpapan”.

Awalnya sempat bingung. Haha. Gak nyangka. Beneran nih ninggalin Jawa?. Balikpapan banget? Akhirnya telpon Ibu dan Bapak. Sontak mereka memberikan semangat. “Insha Allah yang terbaik”. Lewat ke temen-temen, dikasih semangat juga. “Semangat ya hel!”. Jujur bingung mau bales apa. Gak tahu Balikpapan sebelumnya. Apalagi saya orang IT sendirian di sana.

Seiring berjalannya waktu, nyoba Googling tentang Balikpapan. Saya kira awalnya di pedalaman, kalo mau ke kantor harus nyebrang sungai dan jalan setapak. Ternyata tidak. Balikpapan adalah kota dengan Indeks layak huni tertinggi di Indonesia. Kotanya sangat maju meskipun Mallnya hanya ada 1.

Beruntung juga ada temen yang penempatan Balikpapan dan asli orang Balikpapan. Sebelum ke sana setidaknya gak jadi gelandangan kaya orang hilang.

Sekarang tinggal berdoa saja semoga tidak dipindah ke lain tempat. Semoga dipermudah perjalanan.

Sampai akhirnya saya sadar bahwa mungkin ini yang terbaik. Mungkin ini jawaban atas semua doa. Sedikit sedih mungkin akan berpisah sama temen-temen. Tapi jadi inget salah satu quotes.

“Setiap orang adalah bintang, dan setiap bintang punya cara sendiri untuk bersinar.”

Mungkin mereka akan bersinar di tempat mereka. Dan mungkin saya akan bersinar di Balikpapan.

Can’t wait for Balikpapan!

Posted in Just Share, PLN

Misteri Penempatan


OJT telah usai, ujian di depan mata. Setelah ujian ada ….. penempatan.

Sebuah kata yang masih misteri untuk dipahami. Masih sulit untuk ditebak. Dan mungkin saya akan segera menghadapinya.

Bagi yang belum tahu, penempatan adalah sebuah kondisi ketika kita akan ditempatkan di suatu tempat yang membutuhkan kita. Biasanya yang mengenal masalah ini adalah teman-teman yang bekerja di perusahaan besar seperti BUMN yang kantornya tersebar di seluruh Indonesia. Dan sebagai pegawai, kita harus siap sedia ditempatkan di mana saja.

Siang itu berubah menjadi agak awkward waktu teman saya ada yang dapat sedikit bocoran tentang di mana akan ditempatkan. Saya dan teman-teman saya bakal dipencar. Yang didapat bukan siapa berada di mana. Hanya bocoran rencana formasi yang bakal kita terima.

Awalnya dia bilang biasa aja. Ada kota seperti tangerang, banten, bandung, jakarta. Namun, kota selanjutnya adalah…. Aceh, tanjung pinang, padang, timika, jayapura, dan gatau lagi apa.

Memang seperti sebuah momok ketika kita ditempatkan di tempat yang jauh. Dari orang tua, dari kebiasaan kita biasanya. Bayanginnya juga kadang agak gimana gitu kalo jauh dari Jawa.

Tapi sekali lagi harus ingat bahwa semua ini adalah pilihan hidup. Udah setuju di awal, mengabdi buat melistriki nusantara, dan harus siap ditempatkan di mana saja.

Sekarang gimana? ya hanya bisa berdoa dan nyiapin diri. Semoga penempatan adalah rencana terbaik bagi Allah untuk kita. Menjadi sebuah perjalanan hidup baru untuk kita. Dan tetap menjadi pribadi yang terbaik di manapun kita berada.

Kalo udah gini, saya jadi keinget kata-kata temen saya.

“Indonesia itu luas dan Indah bro”

Sabtu, 9 April 2016
Malam terakhir di Jakarta

Posted in Just Share, PLN

Cerita Pembidangan di Bogor


Tatap mata yang tajam

Sikap penuh wibawa

Semangat berkobar di dada

 

Berat sama dipikul

Ringan sama dijinjing

Patah tumbuh hilang berganti

 

Walau petir menggelegar diiringi angin topan

Kesetiaan kami pantang munduuuuuuuuur

 

Kami berani

Kami perkasa

Kami siap segalanyaa

 

Lagu itu yang kami nyanyikan tiap hari. Sampai-sampai kami harus melupakan lagu lagu mainstream kekinian yang lagi ngetrend jaman sekarang. Gimana nggak, kita dikasih lagu berjibun dan selalu menyanyikannya di setiap perpindahan tempat di Udiklat.

Cerita rekrutmen PLN berlanjut di pembidangan. Pembidangan adalah sebuah tahapan di mana setiap calon pegawai harus belajar mengenai PLN sesuai dengan bidang masing-masing. Karena gw dari bidang Sistem Informasi, maka banyak banget belajar tentang bagaimana aplikasi-aplikasi di PLN dan yang paling penting adalah masterplan IT di PLN.

Kehidupan berkualitas di Udiklat

Kalo bisa dibilang kehidupan di udiklat ini sangat berkualitas. Pagi harus bangun jam 3 buat mandi. Kalo gak bangun, bakalan rebutan kamar mandi sama siswa lain yang memilih mandi setelah subuh. Jam 4 harus naik ke masjid. Naiknya sangat gak nanggung. Sekitar 1 km sendiri dan seperti bener-bener bukit. Jadi asrama letaknya sangat bawah dan masjidnya berada di atas. Dan kegiatan ini dilakukan setiap hari. Iya setiap hari.

Tatap mata yang tajam #udiklatbogor #pln49

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Setelah itu, semuanya harus senam di lapangan. Letaknya gak seberapa jauh dari masjid. Jalannya pasti berbaris dan di setap perjalanan kita harus nyanyi. Yang belum tahu lagu-lagunya bisa dilihat di posting berikut ini. Senam pemanasan bonus sama push up sit up. Habis itu makan ke bawah yang letaknya dekat dengan asrama.

Setelah makan, semuanya melakukan pembersihan aka mandi. Mahluk-mahluk yang udah mandi macam gw sangat teruntungkan dengan hal demikian. Soalnya udah mandi sebelum subuh. Hehe.

Lalu kita baris dan naik ke atas. Ke lapangan apel. Seperti biasa, baris sambil nyanyi. Tak jarang kehabisan nafas karena jalan naik, harus menyamakan langkah dan nyanyi dengan suara keras plus pake sepatu pantofel. Jalan aspal pun mengikis sepatu kita.

Selanjutnya sampe atas kita apel. Petugasnya bergilir per perwakilan kelas. Ada yang jadi dirijen (bener gak sih tulisannya?) ada yang jadi pembaca visi misi, ada juga yang jadi pengambil apel. Yang baca visi misi harus hapal coy. Tanpa baca sedikitpun.

Setelah itu kita ke kelas. Belajar. Coffe break jam 10.00 & 15.00 serta istirahat jam 12.00. Setelah itu balik ke asrama. Tiap malam kita makan malam dan apel malam. Sholat isya harus berjamaah.

Kehidupan ini dilakukan setiap hari selama 2 bulan. Iya. 2 bulan.

Kelas SI

Selama di udiklat gw tergabung sama kelas SI (Sistem Informasi). Kelas paling ansos (katanya). Soalnya kita paling sering ngerjain tugas kelompok di saat yang lain apel.

Gw kira anak-anak IT pendiem, ternyata asik-asik. Ada yang berisik. Yang cowok hiperaktif dan “dewasa”. Yang cewek juga asik. Yang unik tiap orang punya panggilan. Ada kang lobby, kang bo**p, kang uhuy, kang pak pok, kang kentut, dsb.

Kelas SI ini sering ngubah-ngubah sebutan pas apel. Kadang Sistem I, Sistem informasi, SI dsb. Kadang suka niruin kata-kata Jummmmlah Siswa. (Yang gak tahu pasti gak ngerti :v).

#si #pln49

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Wahidin

Salah satu yang paling berkesan dari Udiklat Bogor ini adalah tinggal di Wahidin. Mes paling spesial di antara yang lain. Hidup tanpa AC, Pintu WC Portable, Sekamar ada 36 orang diantara mess lain yang cuma 5 orang. Satu TV untuk satu gedung di saat yang lain satu tv untuk satu kamar.

Karena sama-sama susah, mess wahidin memang sangat kompak. Pas adzan maghrib langsung sholat berjamaah. Kami biasa menamai #wahidinberiman.

Throwback. Foto terakhir wahidin 3c sebelum ke tempat ojt masing-masing. #savethemoment

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Yang paling bikin kangen

Mobil senyum. Mobil yang cukup khas pembawa makanan. Kalo ada mobil ini artinya makan telah siap dan saatnya makan.

Berendam di kolam. Tiga minggu setelah di udiklat, kami harus berendam di kolam ikan di malam hari karena melakukan kesalahan.

Wahidin. Mes luar biasa dengan orang luar biasa. Gw yakin bakalan ada pemimpin besar PLN nantinya.

Dan saatnya untuk berpisah

#pln49 #udiklatbogor #farewell #makrab

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Dan akhirnya saat-saat berpisah telah tiba. Setelah 2 bulan, kita harus pergi ninggalin udiklat bogor. Banyak pelajaran berharga. Bagaimana arti displin, pengetahuan tentang PLN dan bidang saya, menghargai waktu, menghargai kebersamaan dalam satu ikatan persaudaraan.

People come and go. But memories stand still. Semoga bertemu lagi di kesempatan selanjutnya. Mungkin ada yang udah jadi manajer, udah ada yang jadi DM, atau mungkin udah ada yang jadi Direksi. Who knows? Waktu yang bakalan menjawab.

Semua ini bukan untuk apa-apa. Untuk kejayaan PLN. Melistriki nusantara.

1 Maret 2016
Di sela-sela pengerjaan PA

Posted in PLN

Lagu Pembidangan


LIKA LIKU

Lika liku lika liku laki laki
Jalan yang dilalui Jalan yang dilalui
Pahlawanku… Pahlawanku pahlawanku
Dikau gagah berani

Walaupun sakit yang dirasakan
Hujan dan guntur bukan rintangan
Terus maju…. (Demi satu tujuan)
SK PLN

TATAP MATA

Tatap mata yang tajam
Sikap penuh wibawa
Semangat berkobar di dada

Berat sama dipikul
Ringan sama dijinjing
Patah tumbuh hilang berganti

Walau petir menggelegar diiringi angin topan
Kesetiaan kami pantang munduuuuuuuuur

Kami berani
Kami perkasa
Kami siap segalanyaa

Derap langkah nan gagah perkasa
Seirama dan satu suara
Sambil bernyanyi lagu hura-hura
Itulah kami, siswa PLN

Ayun kakimu kiri dan kanan
Atur langkah, jaga kerapian
Jangan sampai, merusak barisan
Banjar dan safnya harus diluruskan

CITA CITAKU

Dulu aku bercita cita..
Menjadi pegawai PLN
Berdiri tegap gagah perkasa
Tunaikan tugas yang mulia

Kini aku sedang ditempa
Dalam gemblengan udiklat bogor
Lupa kawan lupa saudara
Lupakan saja sementara

Saya tahan sakit-sakit jangan masuk rumah sakit
Saya tahan menderita siang malam kuditempa
Walau diriku ditempa hatiku selalu gembira
Gembira… gembira selamanya…..

Bergembiiiiiiiraa
Senantiaaasa
Selalu Gembira
Hilangkanlah rasa sedih sejauh-jauhnya

Rasa seeedih
Rasa suuuusah
Tiada gunanya
Berlatih dengan gembira angkatan 49

TINGGALKAN AYAH IBU

Tinggalkan ayah tinggalkan ibu
Ijinkan kami pergi berjuang
Di bawah kibaran merah putih
Majulah ayo maju menyerbu

Tidak kembali pulang
Sebelum kita yang menang
Walau badan direndam di kolam ikan
Demi bangsa kami kan berjuang

Maju ayo maju ayo terus maju
Singkirkan dia dia dia
Kikis habiskan mereka
Musuh negara Indonesia

Wahai kawanku pasukan 49
Dimana engkau berada?
Teruskan perjuangan para pahlawan
Demi bangsa kami kan berjuang
SELAMAT TINGGAL KEKASIHKU

Selamat tinggal kekasihku
Aku pergi takkan lama
Hanya 2 bulan saja
Kita pasti berjumpa pula

Dari segala penjuru
Kami datang tuk bersatu
Siang malam tak terasa
Suka duka di Udiklat Bogor

FORGET TO ME

Saya tunggu engkau
Saya tunggu engkau
Rupanya engkau forget to me

Saya tunggu engkau
Saya tunggu engkau
Rupanya engkau forget to me

Rambate rantahayo tarik tambang
Di sini aku jadi tambah senang
Andaikan aku burung aku akan terbang
2 bulan lagi aku akan pulang

Bangun pagi pagi menuju ke lapangan
Untuk mengikuti latihan candradimuka
Tak tahan rasanya ingin segera pulang
Pendidikan belum usai

Mau makan jalan jongkok
Habis makan lompat kodok
Dicaci dimaki dan dibentak bentak

Wahai pelatihku betapa kejam dirimu
Wahai pelatihku betapa jeli matamu
Andaikan kau tahu apa isi hatiku
Kucinta padamu….
Kusayang padamu….

PLN Beraksi

PLN Beraksi…
Walau panas terik matahari
Berjuta kali PLN Beraksi
Bagiku itu langkah pasti

Hari hari esok adalah milik kita
PLN kebanggaan negara
Gegap gempita kami PLN yang selalu semangat 55

Marilah kawan mari kita nyanyikan
Sebuah lagu… lagu kemenangan

TUJEDE KATOYE

Tujede katoye janna sannam
Pyar hotahai diwana sannam

2 bulan ku di udiklat bogor
Kami datang dengan tampang keren

Dididik dibina ditempa
Tuk jadi PLN yang jaya hahaha

GADIS AYU

Hei kau gadis ayu
Kenapa dulu kau bilang i love you kepadaku
Tapi sekarang kau diam membisu sayang
Sejak kau tahu apa profesiku

Tega nian kau tinggalkan aku sayang
Setelah kau mendapat yang baru
Tapi sekarang kau diam membisu sayang
Sejak kau tahu apa profesiku

Hei hei hei hei hei hei
Hei cewek jaman sekarang
Rata-rata mata duitan

LONG MARCH

Long march long march adalah jalan jauh
Yang harus kita tempuh dengan semangat satria
Naik gurun turun gunung tiada mengenal lelah

Kaki lecet sepatu diseret kerongkongan haus dahaga~
Siap tunggu perintah

Posted in PLN

Cerita Samapta di Pusdikajen


Hiruk pikuk penerimaan akhirnya berganti. Sudah menjadi sebuah tradisi bahwa selanjutnya calon pegawai PLN akan mengalami fase menjadi siswa. Yang namanya siswa, pasti tugasnya adalah belajar. Dan dari sinilah pelajaran menjadi siswa dimulai.

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, antara lain: Samapta, Pengenalan Perusahaan, Pembidangan dan OJT. Semuanya ada nilainya dan yang akan menentukan kita menjadi pegawai PLN atau tidak.

Dan Samapta pun dimulai

Samapta gue adalah di Pusdikajen. Kepanjangannya adalah Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal. Tempatnya di Lembang, Bandung. Bagi yang belum tahu, semuanya kegiatan di sini menggunakan adat militer TNI AD.

Tujuan dari ini semua sebenarnya adalah pembentukan karakter dari seseorang yang berasal dari berbagai latar belakang akhirnya menyatu dan menjadi sama dan diproses menjadi orang yang menurut gue sih baik.

Seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai dengan waktu dan aturan yang sudah ditetapkan. Mulai bangun harus pagi banget. Solatnya harus berjamaah. Pergerakan gak ada yang namanya santai-santai. Bahkan mandi sekalipun juga demikian.

Dingin

Suhu udara di lembang sangat dingin. Dingin banget. Bahkan lebih dingin dari cewek #ea. Harus mikir beberapa kali kalo mau mandi bahkan sekedar cuci muka. Kalo lo pada lihat film di udara dingin yang kalo ngomong keluar asap dari mulutnya. Kita semua kaya gitu. Sumpah keren banget.

Belajar apa aja?

Pembelajaran di Pusdikajen sangat seru! Kita belajar banyak banget tentang kedisiplinan dan yang paling kerasa tuh jiwa korsa. Jiwa kebersamaan antara satu sama yang lain.

Selain itu, ada juga pelajaran khas militer seperti bela diri militer, simulasi tempur, outbond, survival, dsb.

Hampir semua kegiatan kalo ada yang salah mesti ada yang namanya konsekuensi. Jangankan push up, guling-guling dan merayap juga ada.

Dalam beberapa hari kita akan berlatih yel-yel. Nantinya yel-yel ini akan berguna untuk samapta dan kegiatan setelahnya. Jangan khawatir, semuanya sangat menyenangkan dan akhirnya bakalan menempel terus di telinga. Bahkan sampe lupa sama lagu-lagu yang sudah kita hapal selama ini. Haha.

Yang paling keren adalah kita diajak jalan jauh sekitar 10 km ke Cikole. Pemandangannya luar biasa dan capeknya juga kerasa. Namun akhirnya terbiasa. Bahkan kebawa sampe proses-proses selanjutnya.

Jujur aja kangen sama masa-masa kaya gitu. Tapi kalo suruh ngulangin ogah haha.

Posted in Just Share, PLN

Proses Seleksi PLN


Setelah beberapa bulan ikut diklat prajabatan Saya pengen berbagi nih gimana sih seleksi masuk ke PLN. Btw, udah tahu kan apa PLN itu?

Seleksi Berkas

Pengumuman kalo ada PLN saya dapat dari Job Fair. Saat itu Jobfair PENS di DBL Arena Surabaya. Di posternya ada syarat-syarat yang harus kamu penuhi. Hampir semuanya standar sih, cuma yang paling agak ribet adalah Surat Keterangan Belum Menikah yang harus minta ke Kelurahan.

Peminat perusahaan ini memang cukup besar jumlahnya. Antrinya mulai dari awal masuk mengular, terus putar balik, terus putar balik lagi :D. Banyak banget pokoknya. Sabar aja yang penting dan ikut antrian.

Setelah itu, berkas kita bakalan diseleksi. Beberapa minggu kemudian kita bakalan dikasih tahu lolos atau nggak via website PLN

Tes Intelegensi

Tes selanjutnya adalah tes intelegensi. Tesnya seputar numerik, logika dan bagaimana kita membayangkan bangun dan mengikuti pola. Tips untuk mengikuti tes ini adalah konsentrasi dan ikuti perintah. Jangan terlalu gugup dan jangan lupa sarapan.

Tes Akademik dan Bahasa Inggris

Selanjutnya adalah tes akademik. Di tes akademik ini kita bakalan dites tentang kemampuan kita sesuai dengan bidang yang akan kita tuju. Karena saya bidang informatika, maka ya soalnya seputar komputer dan sistem IT yang ada di PLN.

Tes bahasa inggris ya sama aja kaya tes biasanya. Susah susah gampang. Yang penting percaya diri dan jangan gugup.

Btw, ini tes akademik lo ya. Bukan tes potensi akademik. Saya jujur aja salah belajar. Hari sebelumnya saya belajar tes potensi akademik dan cukup kaget dengan tesnya. Tapi alhamdulillah lolos lolos juga.

Tes Psikologi

Selanjutnya yaitu tes psikologi. Di sini hampir sama dengan tes psikologi pada umumnya. Kita akan menggambar, menjawab pertanyaan yang sesuai dengan diri kita dan ada tes pauli. Bagi yang belum tahu tes pauli, tes ini adalah tes menjumlahkan angka dari atas ke bawah terus menerus dari kolom kiri ke kanan. Tips untuk melakukan tes pauli adalah konsistensi. Jangan sampai semakin ke belakang semakin melorot kecepatannya.

Tes Fisik

Selanjutnya yaitu tes fisik. Pelaksanaanya dulu saya di Laboratorium Pramitha di Jalan Rungkut Surabaya. Tes Fisik ini meliputi kondisi fisik kita. Pertama-tama kita akan dicek lingkar pinggang dan tinggi badan. Selanjutnya tes keseimbangan. Yang terakhir yaitu cek seluruh anggota badan. Di sini kita akan buka semua baju kita dan dicek badan kita. Mulai gigi, (maaf) dubur, kemaluan dsb.

Cukup awkward sebenernya tapi ya dijalani aja :v.

Tips untuk tes ini adalah olahraga, kurangi lingkar pinggang jangan sampai terlihat jemblung. Selanjutnya kalo punya gigi berlubang segera tambal. Terus coba latihan keseimbangan di rumah dengan cara berdiri dengan satu kaki.

Tes Kesehatan

Pada tahapan ini kita akan dites kadar kolesterol, paru-paru kita, gula darah, urin dan segala macam yang menyangkut kondisi dalam tubuh kita. Tipsnya, jangan merokok sebelum tes. Jangan makan-makanan yang mengandung lemak kaya bebek, kacang-kacangan dan berkadar kolesterol tinggi lainnya. Kalo bisa di hari sebelumnya juga olahraga kecil-kecilan.

Tes Interview

Yang terakhir adalah tes interview. Ya kalo interview sih ya udah gak ada yang perlu dijelaskan. Interview di perusahaan ya kaya gitu. Yang penting jawab dengan jujur dan penuh keyakinan. Jangan sampai ragu.

Tipsnya, jangan mepet-mepet kalo datang. Soalnya waktu saya interview itu, sebenernya jam 7.30 tapi jam 7 udah disuruh masuk dan ngisi beberapa berkas.

Selanjutnya jaga kesehatan, supaya kamu jawabnya dengan maksimal. Jawab pertanyaan dengan antusias dan pertahankan eye contact dengan lawan bicara.

Oke mungkin itu saja yang bisa saya share. Kalo ada pertanyaan jangan sungkan berikan di kolom komentar ya :D. Semoga sukses.

Posted in PLN

Melanjutkan Karir di PLN


Insha Allah akan segera berkarir di PT PLN Persero. Beberapa hari yang lalu ada pengumuman kalo saya diterima di PT PLN di Jurusan Teknik Informatika. Jika tidak ada halangan. Mulai tanggal 21 November 2015 akan mulai diklat pra-jabatan. Dimulai dengan program Samapta.

Beberapa tes sudah saya lalui. Terhitung 6-7 tes sudah saya lakukan. Alhamdulillah diterima.

Entah sebuah coincidence atau gimana. PT PLN ini adalah tempat saya menimba ilmu ketika Kerja Praktik kemarin. Selain itu, PT PLN ini adalah perusahaan yang pertama kali saya lamar sebelum saya melamar pekerjaan yang lain.

Cuma bisa berkata Alhamdulillah. Jujur saja harus merubah lifeplan. Namun rencana besar tetap harus berjalan. (apa hayo?). Insha Allah akan saya jalankan sepenuh hati. Insha Allah akan jadi amal jariyah.

Doakan semoga lancar gaes!