Posted in Just Share

Kami Akan Terus Berkomitmen Menerangi Nusantara


Semangat 35000 MW!

Advertisements
Posted in Just Share

Batas


rangga

Sudah lihat AADC 2? Oke, ini dia puisi yang ada di AADC 2. Karya Aan Mansyur dari Buku Tak Ada New York Hari Ini. Enjoy!

Semua perihal diciptakan sebagai batas

Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain

Hari ini membelah membatasi besok dan kemarin

Besok batas hari ini dan lusa

jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota,

bilik penjara, dan kantor wali kota, juga rumahku dan seluruh tempat di mana pernah ada kita

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta

Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata

begitu pula rindu. Antara pulau dan seorang petualang yang gila

Seperti penjahat dan kebaikan dihalang ruang dan undang-undang

Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya

Atau senyummu dinding di antara aku dan ketidakwarasan

Persis segelas kopi tanpa gula pejamkan mimpi dari tidur

Apa kabar hari ini?

Lihat tanda tanya itu jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi

 

Aan Mansyur

Posted in Just Share

Pantai Melawai Balikpapan


Balikpapan lumayan banyak pantainya. Pantainya kebanyakan berbatasan langsung dengan selat makasar. Thats why gak seberapa kenceng arusnya.

Salah satu pantainya adalah Pantai Melawai. Viewnya lumayan bagus. Banyak orang dateng ke sini. Sebenernya bagus kalo pagi. Tapi apa daya cuma bisa ke sini pas sore hari.

Pantai ini berada 5 menit dari pusat kota. Letaknya depannya Lapangan Merdeka. Kalo mau ke sini bisa naik gojek atau angkot yang harganya 5000 rupiah dari manapun kamu naiknya. Biaya masuknya gratis.

Di dalemnya ada helipad milik Pertamina. Biasanya banyak banget yang nongkrong di sini sambil nikmatin pemandangan laut dari daerah tinggi.

Yang pengen tahu, nih foto-fotonya :

IMG_7664

IMG_7677

IMG_7681

 

 

Posted in Just Share

Merantaulah


Merantaulah.. agar kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana harus pulang.

Merantaulah.. engkau akan tahu betapa berharganya waktu bersama keluarga.

Merantaulah.. engkau kan mengerti alasan kenapa kau harus kembali.

Merantaulah akan tumbuh cinta yang tak pernah hadir sebelumnya . pada kampung halamanmu. pada mereka yang kau tinggalkan.

Merantaulah .. engkau akan menghargai tiap detik waktu yang kamu lalui bersama ibu, bapak, adik, kakak, ketika kmau pulang ke rumah.

Merantaulah.. engkau kan lebih paham kenapa orang tuamu berat melepaskanmu pergi jauh.

Merantaulah.. engkau kan lebih mengerti arti sebuah perpisahan.

Merantaulah.. semakin jauh tanah rantauanmu, semakin jarang pulang, semakin terasa betapa berharganya pulang.

Sekali lagi.. Merantaulah.. engkau kan tahu kenapa kau harus pulang dan engkaupun kan tahu siapa yang akan kau rindu

Untaian kalimat di atas adalah penggalan dari novel negeri 5 menara.

Merantau. Sebuah kata yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Sejak lahir sampai lulus kuliah selalu berada di kota kelahiran. Surabaya. Alih-alih ke seberang pulau, ke Jakarta saja baru saya rasakan ketika saya kuliah. Itupun tidak menetap, hanya 1-2 hari. Namun rasanya sangat berat sekali berpisah dengan keluarga.

Ketika dulu mau ikut lomba ke Jakarta aja seperti ada yang hilang di salah satu bagian hati. Seperti seolah-olah bakalan pergi jauh. Jauh untuk waktu yang sangat lama.

Sebuah langkah besar saya pilih ketika masuk ke PLN. Dengan jelas di poster bahwa seluruh peserta harus bersedia ditempatkan di mana saja di seluruh Indonesia. Tes demi tes saya lewati dan akhirnya saya lolos dan menandatangani kontrak. Sebenernya di situ ada celah bagi saya untuk mundur. Tapi hati kecil saya berkata tidak. Saya harus berubah. Gak bisa gini-gini aja. Dan pada akhirnya saya resmi menjadi seorang perantau.

Ujian pertama yaitu pelatihan samapta di Pusdikajen TNI AD di Lembang. Menjelang hari H saya sempat galau. Ini saya serius mau ke tempat orang? serius bakal ninggalin Surabaya? sampai akhirnya saya akhirnya meninggalkan Surabaya. Hari H pun datang. Agak berat memang. Apalagi Ibu saya sempat menangis ketika saya berpamitan. Dan akhirnya saya berangkat.

Hayo tebak yang mana #pln49

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Beberapa hari, terasa biasa. Sempat homesick, terus biasa lagi. Begitu seterusnya.

Selanjutnya saya bergerak menuju Bogor. Rasanya benar-benar seperti dikarantina. Bayangin aja hidup diatur semua dan hanya boleh pegang HP kalo hari Sabtu Minggu. Selebihnya HP dikumpulkan dan diambil pada akhir pekan. Sampai pada saat itu saya betul-betul menghargai waktu telepon dengan keluarga. Tak pernah absen setiap minggu menelepon hanya untuk bertukar kabar. Hanya untuk tahu keadaan satu sama lain.

Tatap mata yang tajam #udiklatbogor #pln49

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Great view at Cimory

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Selanjutnya OJT di Jakarta. Rasanya lebih berat lagi rasanya. Uang begitu cepat tergerus. Untuk transport, listrik, makan. Saat itu, manajemen keuangan bener-bener diuji. Mulai nyari-nyari yang murah. Ke warung, nyobain satu makanan, terus kalo mahal, pindah ke warung lainnya. Begitu seterusnya.

Minggu pagi di CFD Jakarta. Happy weekend everyone.

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Alhamdulillah cfd #monas #minggusehat

A post shared by Helmy Satria Martha Putra (@satriahelmy) on

Dan akhirnya masa-masa akhir pun datang. Saya ditempatkan di Balikpapan. Kota yang saya baru tahu lokasinya di peta itu yang mana. Balikpapan di kalimantan timur saja saya baru tahu :v. Alhamdulillah sudah mulai terbiasa. Hidup di kota orang harus mempercepat proses pembiasaan.

Surabaya – Bogor – Jakarta – Balikpapan

Sampai akhirnya saya mengerti. Merantau bukan lagi masalah materi. Tapi tentang pendewasaan diri.

Pengalaman yang saya rasakan sangat luar biasa. Untuk pertama kalinya hidup dengan orang baru. Berdamai dengan keadaan yang ada. Sangat bersyukur saya “dipaksa” untuk merantau. Jika tidak merantau mungkin saya gak akan pernah ke kota ini. Menjelajahi Indonesia sejauh ini. Dan bertemu orang-orang hebat sampai sekarang ini.

Berkat merantau, saya juga jadi tahu ragam manusia-manusia Indonesia. Saya jadi tahu monas itu seperti apa :v.

Bagi kamu yang akan merantau. Jangan takut. Cobain kesempatan yang ada mumpung masih muda.

Merantaulah.. agar kamu tau bagaimana rasanya rindu dan kemana harus pulang.

Posted in Just Share

AADC2 : Kau yang panas dikening. Kau yang dingin dikenang


Hai guys. Masih inget sama Ada Apa dengan Cinta a.k.a AADC ? Kemarin berkesempatan buat nonton AADC 2. Sebenernya gak seberapa niat buat nonton. Cuma diajak sama Supervisor dan kebetulan pengen jalan. Akhirnya nonton juga. Haha.

aadc-2

AADC adalah salah satu film yang sangat hits di masanya. Film ini adalah kisah cinta antara 2 bocah SMA yang bernama Rangga dan Cinta. Keduanya sama-sama suka sastra. Pada awalnya mereka musuhan. Cinta yang semula sebel sama anak cuek kaya Rangga akhirnya jatuh cinta. Scene AADC pertama berakhir dengan adegan Cinta ngejar Rangga yang mau ke Amerika.

Nih nonton trailernya dulu bagi yang belum nonton.

SPOILER ALERT. KALO GAK MAU DISPOILERIN JANGAN DIBACA

AADC 2 ini adalah lanjutan dari edisi pertamanya. Di akhir cerita Rangga janji bakal kembali dalam 1 purnama. Namun apa yang terjadi? selama 14 tahun Rangga melanglang buana di Amerika. Kalo diitung-itung sekitar 420 purnama. (serius amat).

Cinta yang gak sabar, akhirnya memilih orang lain yang menjadi pendamping hidupnya. Akhirnya ia bertunangan.

Cinta dan Gengnya memutuskan untuk berlibur ke Jogja. Di saat yang sama, Rangga juga akan menemui ibunya yang masih hidup di Jogja. Dari itu semua akhirnya Rangga dan Cinta bertemu.

Pada awalnya Cinta gak mau ketemu sama Rangga, tapi untuk menuntaskan sesuatu yang belum kelar, akhirnya Cinta menemui Rangga. Bukan ngajak balikan, tapi untuk mencoba menuntaskan semuanya sekaligus bilang kalo Cinta akan menjadi milik orang lain.

aadc2

Namun, Rangga mengajak Cinta untuk berkelana menebus kesalahannya. Mereka pergi ke tempat-tempat di Jogja hingga lupa waktu. Namun tetap saja, mereka tidak jadian.

Endingnya? Happy ending yang jelas. Silakan tebak sendiri. Haha.

sepedahan

aadc2 (1)

dian sastro

aadc2-v

Di tengah cerita sebenernya sudah ketebak akhirnya bakalan kaya gimana. Cinta begitu ngerasa nyaman sama Rangga. Bercerita ke sana kemari.

Eksplorasi budaya

Di film ini banyak mengeksplor beberapa wisata-wisata di Jogja. Gudeg, Sepeda, Kopi hingga hiburan malamnya. Cukup ngakak dengan DJnya yang berbahasa Jawa. Ada juga Pappermoon Puphet Contemporer.

Cinta yang DiPHP 14 Tahun

Cinta sangat sabar. Ia rela menunggu hingga 14 tahun. Harusnya dia udah nikah aja sama orang lain. Secara doi cantik dan gaul.

Namun, kegagalan untuk move on tidak bisa melalaikannya dari Rangga.

 

Bandara Soekarno Hatta

AADC selalu identik dengan bandara. Salah satu fakta yang saya ingat adalah bandaranya dari dulu sampai sekarang gak ada perubahan wkakakaka.

Tetap Bicara tentang Sastra

Bicara AADC pasti sangat khas sama puisi dan sastranya. Dulu mungkin sastrawan akan dilihat sangat keren. Akan sangat berbeda jika Rangga hidup di jaman sekarang. Mungkin akan berbeda.

Ada beberapa quotes yang cukup puitis dan mungkin akan ada #ea nya kalo dikeluarin jaman sekarang.

Jendela terbuka dan masa lampau memasukiku sebagai angin. Meriang, meriang, aku meriang. Kau yang panas dikening. Kau yang dingin dikenang.

lalu

Musim boleh berganti, namun rasa tetap sama. Rindu.

lagi ya

Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keiinginanku memilikimu sekali lagi.

Nostalgik

Salah satu hal yang bikin pengen nonton adalah unsur nostalgiknya. Dulu nonton ini pas masih anak-anak. Lagu-lagunya. Backsoundnya. Serasa mengingatkan sama karakter Cinta dan Rangga yang dulu.

Okey sekian review dari saya. Nih bonusnya :

IMG_7690

Posted in Just Share

Seminggu di Balikpapan


Tak terasa sudah seminggu berada di kota ini. Kadang masih tidak menyangka. Pernah berpikir. “Ini serius di Balikpapan banget? Ini serius gue udah bukan di Jawa?”.

Dan akhirnya sadar. Yaudah sama aja. Memang kultur berbeda. Orang-orang berbeda. Namun Balikpapan tetaplah sebuah kota. Kota metropolitan dengan pembangunan yang sangat pesat. Orang-orang di sini juga kebanyakan orang pendatang yang lagi lagi banyak orang Jawanya.

Yang jelas bikin kepikiran adalah biaya hidup di sini sangat mahal. Nasi lele esteh aja bisa 26 ribu. Di surabaya paling cuma 9 ribu. Sepertiganya bro. Tapi makin ke sini mulai tahu tempat murah buat makan. Udah nemu tahu tek harga 11 ribu udah sama telor.

Alhamdulillah bersyukur orang di sini banyak yang baik. Semoga semakin bisa beradaptasi.

Perpindahan emang awalnya berat. Tapi lama kelamaan kita juga akan terbiasa. Semangat terus gaes!

Posted in Just Share, PLN

Balikpapan : Jawaban Atas Semua Doa


Udiklat bogor, 14 April 2016

Malam itu seperti biasa. Saya menelepon ibu saya, sekadar menanya kabar dan mohon doa restu. Tak lupa ibu selalu mengingatkan untuk selalu berdoa dan sholat malam. Sebuah moodbooster ketika anaknya sedang menunggu pengumuman yang akan menentukan kehidupan selanjutnya. Yaitu pengumuman penempatan.

Esok haripun tiba. Sebelum pengumuman, Pak Manajer berpesan untuk selalu semangat di manapun penempatannya. Yakin bahwa penempatan di luar jawa bukanlah sesuatu yang buruk.

Akhirnya saatnya pengumuman. Datanglah saat itu. Teman-teman satu per satu diumumkan penempatannya. Kebanyakan di Pusat. Tinggal saya sendiri yang terakhir. Muncullah nama saya. Dan akhirnya. Muncul penempatan :

“UIP X Balikpapan”.

Awalnya sempat bingung. Haha. Gak nyangka. Beneran nih ninggalin Jawa?. Balikpapan banget? Akhirnya telpon Ibu dan Bapak. Sontak mereka memberikan semangat. “Insha Allah yang terbaik”. Lewat ke temen-temen, dikasih semangat juga. “Semangat ya hel!”. Jujur bingung mau bales apa. Gak tahu Balikpapan sebelumnya. Apalagi saya orang IT sendirian di sana.

Seiring berjalannya waktu, nyoba Googling tentang Balikpapan. Saya kira awalnya di pedalaman, kalo mau ke kantor harus nyebrang sungai dan jalan setapak. Ternyata tidak. Balikpapan adalah kota dengan Indeks layak huni tertinggi di Indonesia. Kotanya sangat maju meskipun Mallnya hanya ada 1.

Beruntung juga ada temen yang penempatan Balikpapan dan asli orang Balikpapan. Sebelum ke sana setidaknya gak jadi gelandangan kaya orang hilang.

Sekarang tinggal berdoa saja semoga tidak dipindah ke lain tempat. Semoga dipermudah perjalanan.

Sampai akhirnya saya sadar bahwa mungkin ini yang terbaik. Mungkin ini jawaban atas semua doa. Sedikit sedih mungkin akan berpisah sama temen-temen. Tapi jadi inget salah satu quotes.

“Setiap orang adalah bintang, dan setiap bintang punya cara sendiri untuk bersinar.”

Mungkin mereka akan bersinar di tempat mereka. Dan mungkin saya akan bersinar di Balikpapan.

Can’t wait for Balikpapan!